Penulis: Dinna Oktafiani
Pekanbaru, 19 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (BIN) menyelenggarakan peringatan Milad ke-8 dengan mengusung tema “Semarak 8: Semarakkan Milad, Kobarkan Kreativitas Bahasa dan Sastra untuk Generasi Unggul”. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) ini menjadi wadah apresiasi, pengembangan kreativitas, serta penguatan identitas akademik dan budaya bagi civitas akademika.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan penampilan Tari Persembahan dari Sanggar Bahuwarna yang dibawakan oleh anggota Simpul Tari. Penampilan tersebut menjadi pembuka suasana perayaan sekaligus representasi kekayaan seni dan budaya dalam lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara formal, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UIN Suska, serta Mars Mahasiswa, dan ditutup dengan pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah memasuki usia ke-8.
Memasuki agenda sambutan, Ketua Pelaksana menyampaikan laporan kegiatan sekaligus harapan agar Milad BIN menjadi momentum untuk mempererat solidaritas serta meningkatkan semangat berkarya di bidang bahasa dan sastra. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Sanggar Bahuwarna dan Ketua Umum HMPS BIN 2026 yang menekankan pentingnya kolaborasi antarmahasiswa dalam membangun lingkungan akademik yang produktif dan kreatif.
Puncak pembukaan acara ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi Milad BIN ke-8 oleh dekan 3 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Ismail Mulia Hasibuan, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan Milad tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana refleksi atas perkembangan program studi dan penguatan kualitas generasi akademik di masa mendatang.

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng, sesi foto bersama, serta penayangan video ucapan Milad BIN ke-8. Agenda tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjalanan dan kontribusi seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Pada sesi berikutnya, kegiatan akademik diisi melalui seminar bahasa dengan tema “Bahasa, Sastra, dan Media Digital sebagai Wadah Ekspresi Generasi Muda” yang disampaikan oleh Sugiarti, S.Si., M.I.Kom. Seminar ini membahas peran bahasa dan sastra dalam menghadapi perkembangan media digital serta pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana ekspresi yang kreatif dan bertanggung jawab bagi generasi muda.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada narasumber serta mengadakan sesi dokumentasi bersama. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengumuman nominasi dosen dan mahasiswa teraktif, yang bertujuan memberikan apresiasi kepada individu yang menunjukkan kontribusi aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi.
Pada sesi siang hingga sore hari, suasana Milad semakin semarak melalui berbagai penampilan seni dari Simpul Musik dan Sanggar Bahuwarna, di antaranya penampilan vokal solo Melayu, duet pop, akustik, serta pertunjukan teater bertajuk “Dramatikalisasi Puisi”. Penampilan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa dalam menampilkan kreativitas dan kemampuan artistik di bidang seni pertunjukan.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Fashion Show Pesona BIN 2 serta pengumuman juara lomba yang dilanjutkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh para pemenang. Agenda ini menunjukkan bahwa bahasa dan sastra tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui karya kreatif yang bernilai estetis.

Milad BIN ke-8 ditutup dengan penutupan oleh pembawa acara nonformal. Melalui tema “Semarak 8: Semarakkan Milad, Kobarkan Kreativitas Bahasa dan Sastra untuk Generasi Unggul”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi, kreativitas, dan pengembangan potensi mahasiswa sehingga tercipta generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebahasaan dan kesastraan.